Beberapa Dosen dan Mahasiswa ITB Meneliti RFR Untuk Ciptakan Alat Pengolah Emisi Gas Buang

 

JAKARTA - Dr. Yogi Wibisono Budhi yang merupakan Dosen Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), meneliti Reverse Flow Reactor atau Reaktor ototermal untuk mengemisi gas buang dari pabrik kimia.

Adapun dosen tersebut, adanya Reactor ini mengolah gas buang berjenis Volatile Organic Compound (VOC) dengan konsentrasi yang rendah (<500 ppm), yang biasanya terdapat pada bensin, toluena, atau sisa-sisa karbon lainnya.

Namun, Reverse Flow Reactor juga dapat membuat keadaan aliran menjadi tidak lunak dengan menciptakan aliran gas bolak-balik dan tercipta sistem ototermal. Dengan begitu Dr. Yogi telah mengubah VOC tersebut menjadi gas yang aman untuk dibuang ke lingkungan, yaitu CO2.

Sementara itu, untuk Reverse Flow Reactor juga menggunakan pembakaran heterogen yang hanya membutuhkan suhu sebesar 300 derajat Celcius. Pembakaran heterogen ini dinilai lebih efektif dibanding pembakaran homogeny yang memerlukan suhu hingga mencapai 800 derajat Celcius. Dengan adanya Penggunaan katalis pada pembakaran heterogen ini, akan lebih menghemat biaya untuk pemakaian jangka panjang. Untuk itu Perlu dilakukan penurunan suhu agar panas yang dihasilkan aman untuk dibuang ke lingkungan.

Adapun, Alat ini dinilai berhasil menekan biaya operasional dan menghilangkan biaya investasi untuk pre-heater. Untuk pencemaran udara dan air pun dapat dikurangi, karena dengan adanya gas emisi pabrik ini, akan diubah menjadi senyawa yang aman untuk dibuang ke lingkungan.

Tak hanya Dr. Yogi, adapun rekan-rekan sesama dosen juga terlibat dalam penelitian ini, yaitu Dr. Eng. Ferry Iskandar, M.Eng., dan Hary Devianto, ST., M.Eng., PhD. Dan di tambah lagi, beberapa mahasiswa unggul dari program sarjana dan doktor ITB juga turut membantu dalam meneliti Reverse Flow Reactor atau Reaktor ototermal untuk mengemisi gas buang dari pabrik kimia.

Adapun Mahasiswa-mahasiswa tersebut adalah, Intan Clarissa Sophiana, Abdussalam Topandi, Judistira, Stephen Ariel.

Pada Saat ini, Reverse Flow Reactor masih melalui tahap pengujian katalis. Dan selanjutnya, akan dilakukan percobaan pengaplikasian pada bidang industri. Selain itu, aspek modelling Reverse Flow Reactor juga masih dalam tahap pengembangan.

Setelah itu, “Untuk menuju langkah berikutnya, kami ingin melakukan skill up yang lebih besar lagi. Skill up harus dilakukan secara bertahap, dari skala kecil ke besar. Untuk penelitian ini, tahap penelitiannya masih dikatakan ‘sedang’,” dikutip dari okezone, Jumat (30/3/2018).

Jika penelitian ini benar-benar berhasil maka, Dengan adanya Reverse Flow Reactor ini akan dapat dikembangkan dalam skala besar untuk digunakan di industri.

KIRIM EMAIL ANDA KE :
kampusindo@gmail.com
TWITTER
VIDEO