BAN-PT Ubah Penilaian Akreditasi Baru Versi 3.0 Perguruan Tinggi

 

JAKARTA - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) meluncurkan instrumen akreditasi baru versi 3.0. Dibandingkan versi sebelumnya, adapun versi ini lebih menekankan pada outcome dan diferensiasi misi dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Sementara itu, Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, T. Basaruddin menjelaskan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) ini, yang baru memiliki beberapa fitur utama seperti lebih berorientasi pada output dan outcome dibanding instrumen sebelumnya yang lebih menitikberatkan input. Adapun, hasil dari akreditasinya akan dinyatakan dalam bentuk status dan peringkat seperti status terakreditasi atau tidak terakreditasi, sementara itu, untuk peringkatan ada, baik, baik sekali, dan unggul.

Untuk "IAPT yang baru ini juga didasarkan pada aspek misi penyelenggaraan dan tata kelola perguruan tinggi. Namun, untuk aspek misi ini dibagi menjadi 2 yaitu akademik dan vokasi. Sedangkan, pada aspek tata kelola dibagi menjadi, Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU), Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja (PTN Satker), dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS)," imbuhnya.

Sedangkan, BAN-PT menetapkan waktu transisi selama 6 bulan untuk penggunaan IAPT yang baru dimana secara efektif akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2018.

Dan juga, "BAN-PT akan menyelenggarakan pelatihan penggunaan instrumen baru bekerjasama dengan Kopertis (LLDikti), asosiasi perguruan tinggi, serta pihak lain yang terkait," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemristekdikti Ainun Naim mengapresiasi bahwasannya,  BAN-PT yang telah melakukan pengembangan pada instrumen akreditasi yang sesuai dengan perkembangan pendidikan tinggi dan tuntutan masyarakat.

Dengan itu, "Secara natural kita perlu model yang berbeda untuk jenis lembaga pendidikan yang berbeda. Juga di dalam sistem assesment yang baru ini, kita sudah mempertimbangkan perbedaan karakteristik perguruan tinggi maupun program studinya," tambah Ainun dikutip dari okezone.com.

Untuk ke depannya, sistem ini yang diharapkan Ainun dapat lebih fleksibel, menyesuaikan dengan perkembangan-perkembangan yang ada. Dan juga perlu "Kita lihat dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan teknologi sekarang ini, ada kemungkinan besar perubahan-perubahan itu akan semakin cepat. Misalnya, pada model pembelajaran maupun terkait ketentuan dosen," tambah Ainun.

Namun, ia juga melihat outcome sebagai aspek yang penting untuk diperhatikan. Untuk mengingat aspek ini, yang berkaitan dengan bagaimana lulusan perguruan tinggi, untuk dapat mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi atau bagaimana temuan-temuan penelitian berkontribusi pada ilmu pengetahuan.

KIRIM EMAIL ANDA KE :
kampusindo@gmail.com
Twitter
Facebook
VIDEO