Mahasiswa FKG Unpad Masuk 3 Besar di Ajang Clinical Case 2017/2018 Tingkat Asia di Singapura

 

JAKARTA - Dalam rangka mengikuti lomba karya ilmiah tingkat Asia di Global Clinical Case Contest 2017/2018, mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Priscilla Daniego Pahlawan (30) masuk tiga besar di salah satu produsen peralatan gigi terkemuka dunia, di Singapura.

Pia mengatakan, "Alhamdulillah, atas dukungan semua pihak, saya juara kedua dan masuk tiga besar. Dan ini dapat mewakili Asia pada agenda serupa di level dunia di Jerman pada Juli tahun ini," seperti yang dikutip dari okezone, Jumat (12/4/2018).

Adapun, Dokter gigi yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis konservasi gigi semester IV itu menceritakan, sebelum di level Asia, Pia -begitu dia akrab disapa- pada akhir Januari 2018, memenangi Clinical Case Contest 2017-2018 skala nasional di Jakarta.

Pada ajang tersebut, Pia membawa tema The Digital Smile Design dengan judul "Memperbaiki gigi geligi rahang atas dengan direct komposit dengan ceram X speretec universal" (Improving upper front teeth direct composite restoration with Ceram X Spheretec Universal".

Dan juga, Sederhananya adalah siapa pun punya peluang memiliki senyum ideal. Namun, pada beberapa kasus seseorang tak semua orang memiliki bagian-bagian gigi, mulut, rahang, hingga jaringan pendukung gigi, memiliki kondisi yang bagus. "Untuk kasusnya yang kami paparkan adalah upaya rehabilitasi satu mulut dengan kondisi kerusakan gigi yang belum begitu parah masih dibenahi.

Jadi, smile design itu seperti mengubah bentuk geligi, tetapi dengan perhitungan tersendiri. Tahapannya, kita membuat foto klinis dulu, lalu menjelaskan ke pasien," kata Pia. Pasien kemudian diminta mengisi kuesioner dari aplikasi perencana digital Visagismile untuk membuat preferensi akhir bentuk gigi. Proses berikutnya adalah pembuatan geligi baru dengan sentuhan seni. "Di situ ada art (seni) karena tak semuanya pake alat cetak," tambah  Pia. Prosesnya tak sesederhana itu. Ada banyak tahapan yang harus dilalui misalnya harus melakukan foto klinis gigi dan mengerjakan banyak hal.

Ada juga, Dalam mengikiuti proses lomba, Pia didampingi oleh seorang dosen pembimbing yakni Drg Taofik Hidatat SpKG (K). Total peserta lomba sebanyak 129 tim dari berbagai negara di Asia. Dari jumlah itu, lima perwakilan dari lima negara berhasil masuk dalam lima besar yakni dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Taiwan dan Thailand.

Namun, Dia juga berharap dukungan dan doa pihak terkait tetap berlanjut hingga ke kontes serupa di tingkat dunia di Jerman Juli tahun ini demi mengharumkan dan membawa nama Indonesia pada ajang itu. "Pihak Dirjen Dikti sudah tahu tentang lomba ini," katanya.

Sementara itu, Pia masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad) pada 2006. Pada 2010, ia mendapatkan gelar sarjana kedokteran gigi. Tahun 2011, ia memulai koas atau pendidikan program profesi dan menyelesaikannya pada 2013 dengan IPK tertinggi yaitu 4,00.

Dan Pada 2012, Pia sempat menjadi salah seorang perwakilan dari Indonesia dan Unpad dalam Asia Pasific Dental Student Association. Pia sehari-hari berpraktik di Rumah Sakit Gigi Mulut (RSGM) Unpad.

KIRIM EMAIL ANDA KE :
kampusindo@gmail.com
Twitter
Facebook
VIDEO