Mahasiswa Harum Nama Indonesia di Dunia Internasional

 

JAKARTA – Salah satu bukti keunggulan karya itu ditunjukkan oleh kendaraan inovasi dari Tim Sapu Angin asal Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Ia berhasil menyabet gelar juara di Shell Eco Marathon Driver’s World Champion (DWC) 2018 di Sirkuit Queen Elizabeth Olympic Park, London. Mereka bahkan mampu menyisihkan kontestan lain yang berasal dari benua Amerika dan Eropa.

Menyabet gelar juara, ITS mendapatkan hadiah dan pengalaman sangat berharga. Pemenang mendapatkan undangan untuk mengunjungi markas Scuderia Ferrari di Italia.

Menariknya, diajang uji kecepatan kendaraan hemat energi tersebut, wilayah Asia diwakili oleh tiga tim yang semuanya dari Indonesia. Selain ITS, ada pula tim Semar Urban dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan tim Garuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Lengkapnya, ketiga tim andalan Indonesia tersebut berhasil meraih tiket menuju grand final DWC 2018 di London, setelah menjadi tiga tercepat dalam final DWC Asia 2018 yang dihelat seusai Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2018 di Singapura, Maret lalu. Tiga posisi teratas dalam adu kecepatan tersebut berhak melaju ke ajang grand final DWC di London, bertarung dengan tiga besar dari berbagai wilayah lain sedunia.

Meskipun berhasil di Internasional, namun sayang prestasi itu masih kurang perhatian dan dukungan dari pemerintah. Hal itu disebutkan oleh pengamat pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Said Hamid Hasan.

Ia menilai jika prestasi yang ditujukkan oleh mereka sangat luar biasa. Namun, dia berharap keberhasilan tersebut bisa berdampak luas bagi masyarakat. Said menambahkan jika seharusnya pemerintah mendukung kendaraan yang dihasilkan ITS ini menjadi produk kebanggan bangsa.

KIRIM EMAIL ANDA KE :
kampusindo@gmail.com
TWITTER
VIDEO