Semangat pendidikan bagi een sukaesih

Tak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal Een Sukaesih. Masih begitu asing di telinga masyarakat bahkan dalam dunia pendidikan di Indoneia tentang siapa buk Een Sukaesih. Untuk saya sendiri, mengetahui buk Een ketika menonton Anugerah Liputan 6 Award beberapa waktu lalu. Padahal jika banyak yang tahu, akan menimbulkan kesadaran banyak orang bahwa beliau adalah sosok guru hebat yang masih memegang prinsip “guru tanpa tanda jasa”. Beliau menyisakan waktu sakitnya dengan mengajar anak-anak didik di rumahnya dengan terbaring tanpa mengharapkan gaji dan imbalan apapun.

Pada 1985 buk Een lulus dengan nilai cukup baik, dan diangkat jadi guru di SMA Sindang Laut, Cirebon, Jawa Barat. Sebulan di sana, sebelum sempat prajabatan, buk Een sudah tak kuasa menahan sakit. Buk Een pun pulang ke Sumedang. Sejak saat itu buk Een Sukaesih menjadi lumpuh total.

Baru-baru ini buk Een Sukaesih tampil di layar kaca dengan ketidakberdayaannya di atas tempat tidur. Sudah bertahun-tahun beliau mengalami lumpuh total, sehingga ilmu yang diperoleh dari bangku perkuliahan menjadi seorang konselor tidak bisa dibagikannya kepada  banyak orang di bangku formal.

Buk Een Sukaesih adalah sosok guru yang luar biasa dan profesional. Di tengah penyakit dan lumpuh total yang beliau derita, buk Een masih memiliki semangat juang dalam dunia pendidikan. Berdasarkan beberapa situs di media online yang salah satunya
situsnya

http://www.rayhanzhampiet.com/2013/05/Profil-Een-Sukaesih-Guru-Lumpuh-Penerima-Anugerah-Liputan6-Award.html#ixzz2UfaumEeI, bahwa buk Een hampir 26 tahun sudah mengabdikan hidupnya untuk mengajar, menyemai ilmu dan kasih sayang untuk siswanya yang datang silih berganti kerumahnya. “Mulai dari 1986, saya sudah terbaring di tempat tidur ini sambil mengajar. Hal ini terjadi diakibatkan penyakit rematoid artifis yang terjadi 26 tahun yang lalu. Dedikasi dan pengabdian Een Sukaesih kemarin (23/5) menghantarkannya ke Jakarta untuk menerima penghargaan khusus Special Achievement Liputan6 Award untuk kategori Inovasi, Kemanusian, Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan. Penghargaan secara khusus diserahkan langsung oleh mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla yang juga menjadi dewan juru kepada ibu Een Sukaesih.

Pengorbanan dan ketulusan hati buk Een terhadap dunia pendidikan juga menginspirasi saya sebagai calon guru untuk mengajarkan anak didik tidak sekedar menjalankan tanggung jawab dan mengharapkan gaji. Beliau telah membuka mata dan hati saya untuk tidak menjadikan guru sebagai tujuan suatu profesi. Tapi lebih dari itu, kita harus bisa belajar tentang keihklasan dalam mencerdaskan anak bangsa. Bagaimana kita bisa berdedikasi terhadap dunia pendidikan tanpa harus selalu mengharapkan seberapa besar imbalan yang kita harus diterima.

Jadi, bisa dikatakan bahwa buk Een adalah salah satu tokoh pendidikan yang sangat berjasa dalam dunia pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Keberadaan buk Een dan terangkatnya kisah dan kehidupan beliau di media massa, akan membuka mata banyak orang untuk bisa menjadi seseorang yang positif. Seseorang yang memiliki keterbatasan fisik masih mampu melakukan kegiatan yang luar biasa dan sangat bermanfaat. Maka dari itu, kita yang memiliki fisik sempurna harus bisa melakukan yang lebih untuk kemajuan dunia pendidikan kita.

Biodata Buk Een Sukaesih :

Nama Lengkap : Een Sukaesih
Umur         : 50 tahun
Alamat         : Desa Cibeureum, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa       Barat
Pendidikan   : D3, kuliah di jurusan Bimbingan dan konseling IKIP Bandung (sekarang menjadi Universitas Pendidikan                Indonesia) angkatan 1982
Penghargaan  : – meraih penghargaan khusus Liputan 6 Award 2013, sebagai tokoh pendidikan
– teacher award 2012 dalam rangka hari guru sedunia pada tanggal 2 oktober 2012
– Kartini Award 2012
– Dompet Dhuafa Award 2010
– lalu Education Award dari Bank Syariah Mandiri (BSM)
– dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
– Tupperware She Can! untuk karya inspiratifnya.