Gedung Kampus Banyak Coretan

“Kebersihan adalah sebagian dari iman” sebuah sabda Nabi SAW yang mengajarkan umatnya untuk mencintai kebersihan. Baik itu kebersihan jasmani dan rohani. Sejatinya, ajaran islam mengajarkan umatnya untuk saling menjaga dan mencintai kebersihan. Kebersihan diawali dari diri sendiri, maka dengan sendirinya kita akan turut terbiasa untuk menerapkannya dalam lingkungan dan juga hati nurani manusia itu sendiri.

Namun alangkah menyedihkan sekali jika kebersihan tidak dapat diterapkan oleh umat manusia. Sungguh orang merugilah mereka-mereka itu. Hal ini dapat kita temui di kampus STKIP PGRI Sumbar. Kampus yang terletak di jalan Gajah Mada Gunung Pangilun Padang ini sungguh sangat jauh dari suasana kebersihan.

Di setiap sudut ruangan bertebaranlah sampah-sampah yang sengaja dibuang oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Tangan-tangan jahil yang telah menjamah gedung perkuliahan ini, dan menyulapnya jadi gedung yang kotor tempat berkembangnya sampah-sampah. Sampah yang mengeluarkan bau dan aroma yang tidak sedap, serta tidak enak untuk dipandang oleh mata. “saya merasa jijik dengan keadaan kampus seperti ini, saat jam kuliah akan dimulai kami sering kali mendapati ruangan perkuliahan yang sudah dihiasi dengan sampah-sampah”, tutur Fida mahasiswa Bimbingan Konseling BP 2008.

Pada hal Yayasan sudah menerjunkan beberapa orang petugas kebersihan untuk membersihkan gedung perkuliahan ini. Namun kampus yang berdiri kokoh dengan tiga buah gedungnya yang masing-masing diberi dengan gedung A,B,C, dan D ini dihuni oleh lebih kurang lima ribu mahasiswanya dari sembilan jurusan ini tidak mampu mewujudkan kebersihan.

“Walaupun para petugasnya telah membersihkannya setiap hari, bahkan saya seringkali melihat petugas kebersihan itu menyapu hanya satu ruangan lebih dari tiga kali, namun kasus semacam ini tidak banyak mengubah keadaan” jelas Widia mahasiswa dari jurusan Bahasa Inggris.

Akan tetapi, dari sekian banyak mahasiswanya itu, tidak ada yang mampu untuk mewujudkan kebersihan. Walaupun itu ada, tidak akan sebanding dengan begitu banyaknya tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang membuang sampah dengan sengajanya. Tong-tong sampah yang sengaja berdiri di setiap sudut ruangan hanya menjadi saksi bisu melihat sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, saksi bisu yang tidak mampu berkata apa-apa, kalau saja tong sampah itu bisa bicara mungkin dia sudah menjerit dan mengumpat-ngumpat kepada orang-orang yang berlalu lalang yang tidak menghargai keberadaannya.

“Bagi mereka, mungkin tong sampah hanyalah sebagai simbol pelengkap untuk menghiasi ruangan STKIP saja” jelas salah seorang mahasiswa yang enggan menyebutkan namanya. Akan jadi apakah negara kita ini, jika para calon pendidiknya tidak mampu memberikan contoh yang baik bagi generasi penerusnya. Pastilah akan menjadi bobrok dunia pendidikan di Indonesia ini, hanya gara-gara hal kecil.

Sekecil apapun itu akan memberikan dampak yang besar dalam kehidupan ini, terutama sekali dalam dunia pendidikan. Kalau saja setiap umat manusia mendengar seruan dan sabda nabi diatas mungkin dunia damai dan tenteram akan tercipta dengan indah dan nyamannya. Nauzubbilah. (Nelmizawati 10080321)