Menristekdikti : Ijazah saja tidak Cukup

 

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong lulusan perguruan tinggi tidak hanya jadi pencari lapangan kerja (job seeker), namun harus menciptakan lapangan kerja (job creator). 

"Kunci untuk menciptakan lapangan pekerjaan saat ini adalah jiwa kewirausahaan, penguasaan teknologi dan inovasi," ucap Menristekdikti saat memberikan Kuliah Umum di Kampus Universitas Brawijaya, Malang (27/3). Dihadapan 4.000 mahasiswa Bidikmisi dan sivitas akademika Universitas Brawijaya 

Menristekdikti menyampaikan inovasi yang diciptakan kalangan milenial Indonesia saat ini, sudah mampu menggerakkan perekonomian negara dan masyarakat, seperti inovasi yang dilakukan para ‘unicorn’ di Indonesia, yaitu Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Perusahaan ‘startup’ Indonesia yang masuk kategori ‘unicorn’ semuanya merupakan hasil inovasi anak-anak muda milenial. Unicorn merupakan gelar yang diberikan pada suatu startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari $1 miliar. Oleh sebab itu, Menristekdikti mendorong kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa penerima Bidikmisi UB untuk meningkatkan kompetensi dan jiwa kewirausahaan, karena ijazah saja tidak cukup.

Pada kesempatan ini Menristekdikti juga memuji Universitas Brawijaya yang telah menghasilkan berbagai prestasi baik tingkat mahasiswa maupun dosennya. Menteri Nasir mendorong UB untuk memacu diri untuk meningkatkan kualitas lebih baik lagi agar masuk dalam jajaran perguruan tinggi kelas dunia (World Class University). Saat ini berada pada peringkat 801-1000 dunia. Menteri Nasir berharap UB mampu menembus 500 besar dunia dalam waktu dekat. (*)

KIRIM SMS ANDA KE :
0811 *** ***
TWITTER
FACEBOOK
VIDEO