763 Mahasiswa Unair Dapat Bantuan Rp 650 Ribu per Bulan

 


Surabaya - Universitas Airlangga (Unair) menggelar  penyambutan mahasiswa baru calon penerima Bidikmisi jalur SNMPTN dan SBMPTN 2019 di Aula Garuda Mukti Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, Senin, 15 Juli 2019.

Rektor Universitas Airlangga, Mohammad Nasih menyampaikan, sebanyak 763 mahasiswa penerima bidikmisi akan memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp 650 ribu per bulan.

"Dengan bantuan dana Rp 650 ribu per bulan sudah dirasa cukup untuk hidup di Surabaya, asalkan tidak neko-neko," tutur Nasih.

Nasih mengharapkan, kerja sama dari orangtua mahasiswa penerima bidikmisi, terkait keberlangsungan pendidikan putra putrinya.

Dia menuturkan, mahasiswa penerima bidikmisi akan dididik sewajarnya, tanpa diskriminasi. Universitas Airlangga akan menyediakan pendidikan yang layak untuk mahasiswa dengan seoptimal mungkin.

Nasih kemudian menyampaikan beberapa hal yang akan dilakukan pihak kampus terhadap mahasiswa penerima bidikmisi. Di antaranya terkait evaluasi. Semua mahasiswa, kata dia, akan dievaluasi pada tahun pertama. Mahasiswa harus mencapai minimal IP 1 pada tahun pertama.

"Apabila tidak sampai satu, mohon maaf, pak direktur akan mencabut status kemahasiswaanya," kata Nasih.

Terkait perkuliahan di Unair, diamana pada dua tahun pertama, harus sudah lulus 40 SKS dengan IP minimal dua. Istimewanya, bidikmisi ini beasiswanya hanya 4 tahun. Bagi putra-putrinya yang bisa lulus 3,5 tahun, lanjut Nasih, Unair menyediakan program fast track bisa lanjut S2 langsung.

"Kami juga tidak mungkin memberikan diskriminasi atau perbedaan perlakuan bagi mereka yang ada di fakultas tertentu, dalan tanda kutip "agak mahal". Sosial sama eksak sama," ujar Nasih.

Sebelumnya, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menerima sebanyak 2.332 mahasiswa baru dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau sebesar 42,5 persen.

"Mahasiswa baru jalur SBMPTN 2.332. Kalau dihitung persentase, jalur ini 42,5 persen dari minimal yang seharusnya hanya 40 persen," ujar Rektor Unair, Mohammad Nasih, di Surabaya, Selasa, 9 Juli 2019, seperti dikutip dari laman Antara.

Nasih menuturkan, 2.332 mahasiswa baru yang diterima, 379 di antaranya adalah penerima Bidikmisi. Namun, penerima Bidikmisi masih akan menunggu verifikasi dari pihak Unair.

"Bagi penerima Bidikmisi, penerimaan sebagai mahasiswa sudah positif. Tetapi penerimaan Bidikmisi masih menunggu verifikasi. Sehingga jika kondisinya berbeda dengan yang dilaporkan bukan penerimaan mahasiswa yang dicabut, tapi penerima bidikmisi yang artinya tetap bisa kuliah dengan biaya sendiri," kata dia.

Dengan tambahan 379 mahasiswa baru Bidikmisi, Unair saat ini telah mempunyai sekitar 800 mahasiswa penerima Bidikmisi. Sebelumnya sebanyak 384 mahasiswa Bidikmisi telah melalui jalur SNMPTN.

Nasih mengatakan, hal yang membanggakan adalah pada 2019, nilai tertinggi kedua untuk kelompok saintek berasal dari pendaftar Unair dengan nilai 808,1. Sementara yang tertinggi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan angka 808,34.

"Ini sekaligus menjadi ukuran FK masih menjadi rata-rata tertinggi. FK rata-ratanya ada di 736 sekian," ujar dia.

Ia pun mengimbau bagi calon mahasiswa baru yang diterima untuk segera mendaftar ulang dan melunasi biaya-biaya yang ada. Lantaran waktu yang diberikan untuk melengkapi administrasi tidaklah banyak.

"Walau tidak terlalu lama, mohon segera mempersiapkan diri dengan mempersiapkan biaya dan lain-lain. Bisa membukanya di laman Unair.ac.id," kata dia.

Untuk jalur Mandiri, Nasih menuturkan, Unair akan umumkan pada Rabu 10 Juli 2019. Pada jalur ini, daya tampung sebesar 27 persen.

"Besok akan diumumkan jalur Mandiri. Sisa daya tampung jalur mandiri 27 persen. Kurang lebih 1.600 sekian," kata dia.

KIRIM SMS ANDA KE :
0811 *** ***
TWITTER
VIDEO