Mahasiswa UNAND Sosialisasikan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Nagari Tigo Balai

157
Mahasiswa UNAND Sosialisasikan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba (1)

, .com – Kelompok (Kuliah Kerja Nyata) UNAND () melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan bagi generasi muda.
Kegiatan ini terbagi di beberapa sekolah yang ada pada Nagari , Kecamatan , Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Dimulai pada 14 Agustus 2023 di MTs/MA Muhammadiyah Lawang Tigo Balai, lalu di tanggal 15 Agustus 2023 yang dilaksanakan SMKN 1 Saribulan dan berakhir pada tanggal 18 agustus yang dilaksanakan di SMPN 3 Matur.

Sosialisasi dilakukan berupa pemaparan, tanya jawab dan diskusi. Diyakini mampu meningkatkan pemahaman dan memberikan informasi terkait bahaya narkoba dan pencegahannya. Generasi muda, merupakan kelompok yang rentan, karena pengetahuan yang minim dan godaan yang tinggi dalam pergaulan.

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat – Obatan. Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang. Hal yang sama juga pada obat – obatan yang tidak dijual bebas, karena menimbulkan efek terhadap tubuh manusia. Penyalahgunaan untuk mendapatkan efek yang tidak sesuai saran medis, ini sering terjadi di tengah masyarakat.

Suci Nabila Zalfa, Mahasiswa Fakultas Hukum, pemateri kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda, mengatakan henerasi muda adalah generasi penerus Bangsa . “Generasi muda kita harus menjauhi barang-barang haram seperti narkoba, karena memberikan efek tidak baik. Penyalahgunaan zat tersebut menimbulkan stimulan, depresan dan halusinogen,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan narkoba terbagi menjadi beberapa 3 golongan, baik alami maupun sintetis, sehingga siswa mengetahui jenis narkoba yang beredar di pasaran.

Kegiatan ini disambut dengan baik Minum miras apa bisa menjurus ke narkoba?,” tanya Tifla, Siswi SMPN 3 Matur. Hal itu dijawab Joy Prima Mahasiswa KKN selaku perwakilan dari BANGDES menjawab “Miras salah satu pintu yang dapat mendorong seseorang menjurus ke narkotika karena Minuman keras akan menghilangkan akal sehat kita sehingga akan mudah berani mencoba narkoba. Dan jika hal itu sudah dilakukan maka akan memudahkan seseorang terjerumus ke dalam Narkoba”.

Selanjutnya siswa lainnya, ikut bertanya. “Apakah dampak negatif mengonsumsi narkoba?” tanya Robi, Siswa SMKN 1 Saribulan. Tharysa Aprilianie Marta, Mahasiswa KKN selaku perwakilan dari BANGDES KKN UNAND menjawab “Ada beberapa hal dampak negatif yang terjadi apabila seseorang mengkonsumsi narkoba yaitu, narkoba dapat mengganggu Kesehatan fisik. Seperti halnya, penggunaan opioid dapat menyebabkan penurunan fungsi pernapasan, overdosis, dan kematian,” kata Tharysa.

Lalu, lanjutnya dapat mempengaruhi kesehatan mental karena jika penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kecemasan, depresi, psikosis, dan gangguan jiwa lainnya. Penggunaan narkoba juga dapat memicu perubahan suasana hati yang drastis dan meningkatkan risiko perilaku impulsif atau agresif.

Selanjutnya dapat ketergantungan dan penyalahgunaan obat-obatan. Pada ketergantungan narkoba dapat mengarah pada gangguan kehidupan sehari-hari, masalah keuangan, masalah hubungan, dan masalah hukum. Pada dampak Berikut nya dapat terjadi gangguan Sosial dan Ekonomi. Penyalahgunaan narkoba dapat merusak hubungan sosial dan mempengaruhi produktivitas dan kinerja seseorang di tempat kerja atau sekolah. Yang terakhir Risiko Kehidupan dan Kriminalitas.

Penyalahgunaan narkoba seringkali melibatkan aktivitas kriminal, termasuk pembelian, penjualan, dan distribusi narkoba ilegal. Selain itu, penggunaan narkoba dapat meningkatkan risiko terlibat dalam kekerasan, tindak kriminal, dan konflik dengan hukum.”

Drs. Erizaldi, M.Pd, Kepala Sekolah SMKN 1 Matur mendukung kegiatan tersebut.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami. Kami sangat berterima kasih pada Mahasiswa KKN UNAND. Dilakukannya kegiatan ini agar generasi muda bisa mengetahui bahaya narkoba bagi kehidupan dan masa depannya,” ujarnya (*)