Puisi: Hanya Khayalan (karya: Yola Permata Sari)

140

Berjalan tertatih-tatih menuju kampusku
Melintasi genangan air dan lobang-lobang yang tak menentu
Sepatu yang ku pakai mengusam hanya dalam satu minggu
Bukan hanya itu rintangan yang harus ku hadang
Selangkah demi selangkah ku pijaki anak tangga
Terngangah-ngangah hampir keluar lidah
Lebay memang kesannya, tetapi ini kenyataannya

Otakku berfikir…
Andaikan aku naik melejit ke lantai empat,
andai yang ku tempuh jalan mulus,
takkan ada setetes keringat di dahiku.

Emm… omong kosong!
Tersentak dalam lamunan bodohku
Melejit pakai apa?
Dengan apa?
Lift?
50 tahun lagi belum tentu terwujud
Hanya hayalan, hanya harapan
Harapan yang tidak akan kesampaian

Oleh: Yola Permata Sari (10080171), 10/E