Puisi: Rasaku Tersembunyi Ilusi (Karya: Nadia Okta Nelsi)

186

Rasaku Tersembunyi Ilusi
Oleh:

Ragaku gemetar
Di jalan perempatan beraspal
Atmaku beku, tertusuk tajamnya bualan
Menghilangkan tawa menuju titik kenangan
Menghantarkan bayang dikeheningan malam

Aku mencintaimu dalam lautan diam
Tergantung di langit sepi
Terkurung dalam gelapnya malam
Terasa hampa dalam diri

Jiwa ringkihku kerap kali tak berlandaskan logika
Lemah akan sebuah penolakan
Bagai bergantung di kaki langit
Atmaku terus menanti
Untuk kau suntingkan dengan ruang

Saat senyum tak lagi mengembang
Kegundahan merajalela
Menangis di ujung malam
Mengadu di kidung Do'a

Apa yang harus aku lakukan?
Tak ada, langit akan tetap gelap
Begitu banyak luka yang menggerogoti
Sebab aku hanyalah kerikil kecil tak berguna di hadapanmu yang begitu indah

, 30 Agustus 2023