Sepatu Bisa Jadi Sandal, Inovasi Mahasiswa UMMY Jogyakarta

by

in

Alas kaki, kadang jadi masalah jika tidak sesuai tempatnya. Kadang ketika kita memakai sandal, sebuah kegiatan mewajibkan yang hadir menggunakan sepatu. Begitupun sebaliknya, kadang menggunakan sepatu, tapi yang diperlukan sandal.

Muncullah ide yang dibuat oleh salah satu Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan membuat sebuah produk bernama SETUAN: Sepatu All in One. SETUAN adalah sepatu yang dapat diubah menjadi sandal. Dengan mengangkat limbah kain lurik sebagai varian motif produk, menjadikan produk ini menjadi unik, berbudaya dan tetap stylish untuk digunakan oleh siapa saja.

Harga produk ini adalah harga yang cukup terjangkau, sehingga konsumen dapat menghemat anggaran mereka di mana mereka biasanya harus membeli sepatu atau sandal dengan harga yang lebih mahal. Tetapi dengan SETUAN, konsumen dapat memperoleh dua manfaat dalam satu produk sehingga mereka dapat menyimpan uang mereka untuk kebutuhan yang lebih penting.

Inovasi kampus, sepatu dari bahan bekas dengan fungsi bisa jadi sandal

“Ini adalah produk yang sangat unik, sangat inovatif dengan diberi nama SETUAN,” kata Emi, seorang socioeducopreneur di Yogyakarta, selanjutnya dia menjelaskan, “Anda dapat menggunakan produk ini kapan saja dan di mana saja, terutama untuk suasana formal ataupu informal,” kata Emi.

Berdasarkan kepraktisannya, SETUAN dapat juga digunakan sarana untuk masyarakat zaman now yang telah terbuai dalam berbagai macam fasilitas yang praktis, sehingga berdampak pada gaya hidup yang selalu ingin serba praktis. Disamping itu, SETUAN juga dapat menjadi salah satu produk yang tetap mempertahankan ketebalan kantong masyarakat zaman now.

Kelompok PKM-K dipimpin oleh Sayida Ralia Mawalia Z (Pendidikan Bahasa Inggris 2015), dengan anggota adalah Oktari Firda Hibatullah (Pendidikan Bahasa Inggris 2015) Sri Puji Hapsari (Pendidikan Bahasa Inggris) dan Mustika Lestari (Ekonomi 2014). Kelompok PKM-K dipandu oleh Bapak Puthut Ardhianto, M.Pd. (Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UMY).

Tim Setuan adalah satu dari 25 grup dari UMY yang telah lolos seleksi karena didanai oleh Dikti. Tim Setuan akan berkompetisi dengan kelompok lain dari Perguruan Tinggi lain di Indonesia di Monev Dikti yang akan diselenggarakan pada 17-18 Juli 2018 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (*)