Kampus Juga Harus Nyaman

140
Kampus Universitas Gadjah Mada

Jauh Dari Rasa Nyaman Oleh NPM 10080175 Sesi H 010

Inilah suasana kampus setiap hari. Para memulai aktifitas perkuliahannya di pagi hari. Kampus ini termasuk ke dalam kategori kampus yang tidak begitu besar. Jadi, pada hari-hari tertentu kampus ini dipadati oleh mahasiswa yang jumlahnya tidak sedikit.
Tidak hanya itu, lokasinya yang sempit membuat kampus ini terlihat sesak oleh mahasiswa. Belum lagi tempat parkir yang kurang memadai. Bayangkan saja, setiap mahasiswa umumnya menggunakan kendaraan ke kampus. Baik itu roda empat maupun roda dua. Sehingga lokasi yang tidak begitu besar ini tambah sesak oleh jumlah kendaraan mahasiswa.

Selain susahnya tempat parkir, jumlah mahasiswa yang sangat banyak membuat suasana kampus menjadi hiruk pikuk. Kadang, jadwal kuliah siangpun tidak diminati para mahasiswa. Ditambah dengan cuaca yang panas pada siang hari. Terlebih lagi lokasi kampus di tengah keramaian membuat suasana semakin tidak menyenangkan.

Pada jam-jam istirahat sholat, para mahasiswa lebih memilih sholat di mesjid luar pekarangan kampus. Karena mesjid disini juga tidak begitu besar, membuat mahasiswa lebih menyukai sholat di mesjid yang lain. Ini untuk menghindari antrian dalam mengambil wudhu. Tapi bagi mahasiswa yang kos di sekitar kampus, mereka lebih memilih sholat di kosnya masing-masing.

Walaupun begitu, semua mahasiswa sangat menikmati keberadaan di kampus ini. Untuk menghilangkan rasa suntuk dengan keadaan yang kurang nyaman, para mahasiswa lebih memilih untuk menghibur diri dengan memanfaatkan wireless kampus. Tidak hanya untuk mencari tugas-, para mahasiswa juga banyak yang mengunjungi situs-situs jejaring sosial yang sangat diminati anak zaman sekarang.

Tidak terkecuali mahasiswa di kampus ini. Sehingga mereka bisa sedikit melupakan suasana yang kurang menyenangkan di kampus.
Pergaulan antar mahasiswa disini bisa dikatakan terjalin dengan baik. Tidak ada batasan antara senior dengan junior. Semuanya saling menghargai dan juga saling menghormati satu sama lain. Bahkan hubungan mahasiswa dengan juga terjalin dengan baik. Tidak ada mahasiswa yang bermasalah dengan dosen, begitu juga sebaliknya.

Dosen disini tidak ada yang membeda-bedakan antara mahasiswa yang satu dengan yang lainnya. Mereka memberi nilai secara objektif. Tergantung pada kemampuan dari mahasiswa itu sendiri. Dalam memberikan penilaian, setiap dosen disini mempunyai kriterianya masing-masing.

Suasana kampus yang ditengah keramaian, hiruk pikuk, jumlah siswa yang sangat banyak serta lokasi kampus yang tidak begitu besar, tidak membuat semangat mahasiswa menurun. Semuanya semangat untuk dapat meraih gelar sarjana dan mencapai cita-cita. Karena suasana kampus yang kurang menyenangkan bisa diimbangi dengan keadaan intern kampus yang sangat baik. Sehingga semua mahasiswa disini tidak jenuh dengan keadaan luar kampus yang jauh dari rasa nyaman. (*)