Isi Ulang Otak Tak Perlu Mahal

158

Dunia pendidikan memang tidak ada habis-habisnya. Beranekaragam instansi, lembaga, universitas yang tersebar di kota mulai dari yang tergolong favorit sampai yang tergolong biasa. Biaya yang dibutuhkan masuk universitas dan sekolah tinggi baik swasta maupu negeri pun beranekaragam. Mulai dari 5 juta-12 juta tentu harga yang tidak sedikit untuk bisa pintar. Banyak orang menganggap pintar itu mahal. Membutuhkan banyak biaya yang dikeluarkan. Mulai dari semester setiap 6 bulan sekali belum lagi buku-buku yang harus dibeli.

Semua orang ingin masuk universitas negeri. Selain biaya masuknya lebih murah dibandingkan dengan sekolah swasta yang terlalu besar membutuhkan biaya. Apalagi dewasa ini. Setiap tahunnya uang semester naik mulai dari 150 ribu-200 ribu bukan harga yang sedikit bagi kalangan bawah yang ingin bersekolah di kota.

Masuk universitas negeri dapat ditempuh dengan jalur SNMPTN, Penerimaan Jalur Prestasi (PMJP), UMB, PMDK, Reguler Mandiri, Bidik Misi. Dari banyaknya jalur masuk yang ada jalur masuk SNMPTN lah yang paling banyak diminati oleh umum. Itulah yang menjadi kendalanya banyak orang menganggap ujian masuk universitas negeri sangat susah.

Selain minatnya banyak ujian masuknya pun sangat sulit. Sehingga tidak banyak orang yang masuk ke universitas negeri. Hal ini disebabkan oleh kapasitas penerimaan yang tidak mencukupi untuk status masuk regular. Hal ini jelas membuktikan kalau ingin pintar membutuhkan biaya yang mahal. Masuk ke universitas negeri saja biaya pendaftaran 200 / 250 ribu belum tentu kita lulus masuk ke universitas negeri yang diinginkan.

Ingin pintar sebenarnya tidak perlu mahal. Tidak hanya di universitas atau jalur formal kita mendapatkan ilmu. Dengan jalur informalpun kita dapat mendapatkan ilmu asalkan rajin membaca seperti membaca buku atau koran pagi yang harganya hanya Rp3000 kita dapat mengentahui berbagai macam informasi atau bisa dengan mengakses informasi melalui teknologi yang sifatnya lebih meluas.