Pro dan Kontra Cara Berpakaian Mahasiswa Keguruan

Manusia ditakdirkan memiliki perbedaan dan persamaan. Beda cara pandang untuk melihat perbedaan itu akan melahirkan sesuatu yang lebih baik jika diwarnai dengan sikap saling menghargai satu denagan yang lainnya.
Perbedaan bisa dianggap nuansa agar kehidupan agar kita saling mengenal, memahami sebagai makhluk sosial dalam tatanan satu kesatuansebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Kecenderungan manusia untuk melihat perbedaan menyebabkan manusia itu sendiri sering salah dalam mengartikan perbedaan itu sendiri.
Cara berpakaian akan selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa. Mahasiswa keguruan memiliki dua kata yang penuh makna historis jika dipandang dari sisi kesejarahan.

Mahasiswa merupakan pelopor pergerakan perjuangan menuju kemerdekaan dan guru sebagai pendobrak kebodohan yang dialami penduduk Indonesia. Mahasiswa kaum intelektual muda yang terdidik, terlatih, menurut bidangnya masing-masing, yang dihasilkan oleh berbagai perguruan tinggi.

Sehingga seharusnya mahasiswa tunduk kepada aturan-aturan yang berlaku dimanapun ia berada dan setelah mendapatkan ilmu sudak kewajibannya untuk menerapkan didalam kehidupan agar bisa bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Masalah pro dan kontara cara berpakaian mahasiswa/i keguruan, merupakan dampak dari perbedaan cara pandang, cara menilai, cara menafsirkan dan cara berkesimpulan dari masing-masing individu.

Cara berpakaian mehasiswa keguruan menurut penglihatan saya tidak menunjukkan sebagai calon guru, alasannya kalau guru tentunya menampilkan cara berpakaian yang rapi, sopan, enak dipandang dan menunjukkan kewibawaan, tapi dalam kenyataan tidak sesuai dengan yang seharusnya. Dengan kenyataan yang ada, banyak orang memiliki tafsiran mengenai masalah ini, ada yang biasa saja ada juga terkadang dengan menyindir.

Bila kita bertanya kepada mahasiswa/i yang menggunakan pakaian yang kategori kurang sopan, mereka menjawab “gak tau mode, ini jaman sudah maju. Jangan sampai ketinggalan”. Namun semaju-majunya zaman, kita jangan pernah melupakan budaya asli kita termasuk cara berpakaian. Menoleh keberbagai negara seperti Amerika, Inggris, Jepang memang disana ada kebiasaan tapi bukan mengurangi kerapian mereka dan dalam batas kewajaran serta tetap sopan.

Cara berpakaian mahasiswa/i keguruan seharusnya dapat di contoh atau ditiru sebagai tauladan bagi siswa nantinya, bukannya memakai pakaian yang tidak pantas yang melahirkan efek negatif bagi siswanya sendiri. Saya rasa mulai dari diri sendiri, kita harus menyadari tentang pandangan orang, baik dalam kampus maupun luar kampus yang sering mengatakan kenapa mahasiswa/i calon guru cara berpakaiannnya tidak benar sesuai norma yang ada dan seakan-akan mahasiswa/i tidak pernah di ajarkan bagaimana berpakaian yang rapi, sopan sesuai dengan norma-norma adat.

Masalah pro dan kontra cara berpakaian mahasiswa/i ini akan bisa diselesaikan dengan baik bila didasari sikap teoleransi penuh dan selalu berupaya menyesuaikan dengan adat dan agama yang ada serta menjadikan aturan institusi sebagai pedoman bersama tanpa merusak keharmonisan.

(Devianti Sirirui)