Puisi: Perantara

165

Terik mentari seolah menertawakan
Setiap keringat yang menetes di wajahku
Melangkah menuju sebuah tempat
Yang ku namakan Gudang Ilmu

Deretan tangga membawa ku pada sebuah ruangan
Yang penuh dengan Cakrawala kehidupan
Empat gedung pencakar langit
Merantai berjuta mata di hadapannya

Kaca itu seolah tersenyum kearah ku sembari berkata
“lihatlah masa depan mu disana”
Aku terdiam…………………..
Aku merenung……………….
Dan aku bertanya……………
Apakah tempat ini perantara antara aku dan masa depan ku ?