Budaya Korupsi di Sekitar Kita

160

Budaya Korupsi

Membaca judul di atas tentunya akan membuat kita marah dan pikiran kita pun langsung jatuh pada mereka mereka yang ada di atas. Mereka di sini bisa anggota DPR, atau Menteri yang ada di Senayan sana. Ulah mereka memang membuat masyarakat bawahan menjerit sekencang-kencangnya.

Bahkan, di antara mereka harus memakai ikat pinggangnya lebih kencang lagi karena seharian mereka tidak bertemu sesuap nasi. Koruptor memang Fir'aun zaman kini, karena mereka tidak pernah puas dengan apa yang mereka miliki dan selalu saja mengambil hak orang lain.

Tapi, apakah korupsi itu hanya milik mereka yang berdasi saja? Pertanyaan ini seharusnya menjadi pelajaran bagi mereka yang selalu mengasingkan para koruptor itu. Padahal korupsi itu tidak hanya menyangkut materi saja. Sebut saja waktu yang sering kita korupsi, terlambat masuk kuliah, atau terlambat masuk kantor.

, yang selalu kita agungkan dan selalu menyindir para koruptor pun pasti pernah melakukan korupsi. Sebut saja korupsi nilai, mereka menilai hanya berdasarkan kedekatan tidak karena kemampuan siswa tersebut.

Seharusnya ketika kita berbicara tentang korupsi yang sudah membudaya ini, tidak seharusnya pikiran kita langsung tertuju pada mereka yang ada di atas. Bercerminlah dan lihatlah diri sendiri.

Apakah kita tidak pernah korupsi? Karena korupsi itu hadir berkat adanya kebiasaan kita. Untuk itu mulailah berbenah dari sekarang. Kurangilah korupsi mulai dari waktu, nilai, bahkan materi untuk menghilangkan kata “Budaya” itu.

Oleh Alvino Prasetyawan (G/)